Cara - cara al Qur'an di wahyuhkan
Nabi Muhammad s.a.w. dalam hal menerima wahyu mengalami bermacam-macam cara dan keadaan, diantaranya:
- Malaikat memasukkan wahyu itu kedalam hatinya. dalam hal ini Nabi s.a.w. tidak melihat sesuatu apapun, hanya beliau merasa bahwa itu sudah berada sja dalam kalbunya. Mengenai hal ini Nabi mengatakan" Ruhul qudus mewahyukan kedalam kalbuku" (lihat surat 42 Asy Syuura ayat 51).
- Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi berupa seorang laki-laki yang mengucapkan kata-kata kepadanya sehingga beliau mengetahui dan hafal benar akan kata-kata itu.
- Wahyu datang kepadanya seperti gemerincingnya lonceng. Cara inilah yang amat berat dirasakan oleh Nabi. Kadang-kadang pada keningnya berpancaran keringat, meskipun turunnya wahyu itu di musim dingin yang sangat. Kadang-kadang unta beliau terpaksa berhenti dan duduk karena merasa amat berat, bila wahyu itu turun ketika beliau sedang mengendarai unta. Diriwayatkan oleh Zain bin Tsabit: "Aku adalah penulis wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah. Aku lihat Rasulullah ketika turunnya wahyu itu seakan-akan diserang oleh demam yang keras dan keringatnya bercucuran seperti permata. Kemudian setelah selesai turunnya wahyu, barulah beliau kembali seperti biasa".
- Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi, tidak berupa seorang laki-laki seperti keadaan No. 2, tetapi benar-benar seperti rupanya yang asli. Hal ini tersebut dalam Al Qur'an Surat 53 An Najm ayat 13 & 14.
QS. 42 Asy-Syūrā : 51
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ
Dan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahatinggi, Mahabijaksana.
QS. 53 An-Najm : 13
وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ
Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,
QS. 53 An-Najm : 14
عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَىٰ
(yaitu) di Sidratilmuntaha.
