KayRhen. LifeStyle Blog

Menghadirkan Gaya Hidup yang Unik dan Inspiratif! Dari Fashion hits, Beauty Hacks, hingga rekomendasi kuliner yang anti-mainstream, semuanya ada di sini.

beauty, lifestyle, fashion

Laqod Jaakum Arab Latin dan Terjemahan




Di dalam ajaran Islam, sangat di sarankan membaca ayat suci Al qur'an dengan bersuara karena sudah dijelaskan dalam QS 96. Al 'Alaq: 1. Pada ayat 1 disebutkan Iqra yang berarti bacalah, bukan bergumam, atau mengucap tampa suara apalagi membaca dalam hati ! Karena membaca Al Qur'an dengan bersuara akan memberikan pengaruh yang luar biasa pada sel-sel otak.

Bacalah dengan bersuara minimal di dengar oleh telinga sendiri karena setiap sel dalam tubuh manusia bergetar, potensi getaran sekecil apapun akan menimbulkan potensi menyembuhkan penyakit.

Pada tahun 2017 Dr Ahmed Al-Qadhi melakukan survey di salah satu klinik yang berlokasi di Florida, Amerika bahwa hanya dengan mendengarkan ayat suci al Qur'an bisa menyembuhkan dan menangkal penyakit. Hal ini dikuatkan lagi oleh Penemuan Muhammad Salim yang di publikasikan di Universitas Boston.

"Sel-sel yang rusak ini harus di getarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya" Hal ini di sebutkan Muhammad Salim dalam penelitiannya. Bacalah Al Qur'an dengan keyakinan dan tawakal agar bisa mengambil dan mendapatkan manfaatnya untuk kesehatan dan dalam kehidupan.




QS 9. At-Taubah : 128 dan 129

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ


laqad jā'akum rasūlum min anfusikum 'azizun'alaihi mā 'anittum harişun 'alaikum bil-mu'minina ra'ūfur rahim

Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.


فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ


fa in tawallau fa qul ħasbiyallāhu lā ilāha illā huw, 'alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul-'arsyil-azim

Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), "Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung."

Ayat Kursi Arab, Latin dan Terjemahan




Di dalam ajaran Islam, sangat di sarankan membaca ayat suci Al qur'an dengan bersuara karena sudah dijelaskan dalam QS 96. Al 'Alaq: 1. Pada ayat 1 disebutkan Iqra yang berarti bacalah, bukan bergumam, atau mengucap tampa suara apalagi membaca dalam hati ! Karena membaca Al Qur'an dengan bersuara akan memberikan pengaruh yang luar biasa pada sel-sel otak.

Bacalah dengan bersuara minimal di dengar oleh telinga sendiri karena setiap sel dalam tubuh manusia bergetar, potensi getaran sekecil apapun akan menimbulkan potensi menyembuhkan penyakit.

Pada tahun 2017 Dr Ahmed Al-Qadhi melakukan survey di salah satu klinik yang berlokasi di Florida, Amerika bahwa hanya dengan mendengarkan ayat suci al Qur'an bisa menyembuhkan dan menangkal penyakit. Hal ini dikuatkan lagi oleh Penemuan Muhammad Salim yang di publikasikan di Universitas Boston.

"Sel-sel yang rusak ini harus di getarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya" Hal ini di sebutkan Muhammad Salim dalam penelitiannya. Bacalah Al Qur'an dengan keyakinan dan tawakal agar bisa mengambil dan mendapatkan manfaatnya untuk kesehatan dan dalam kehidupan.




QS 2. Al Baqarah ayat 255 / Ayat Kursi


اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ



allāhu lā ilāha illā huw al-ḥayyul-qayyūm, lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naūm, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-ard man żallażi yasyfa'u 'indahū illā bi iżnih, ya'lamu mā baina aidihim wa mā khalfahum, walā yuḥițūna bisyai im min 'ilmihi illā bimā syā', wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-ard, wa lā ya ūduhū hifzuhumā, wa huwal-'aliyyul-'azim


Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha hidup, yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.

Keistimewaan Ayat Kursi




Keistimewaan Ayat Kursi

Ayat al-Kursiy adalah ayat yang paling agung di antara seluruh ayat-ayat al-Qur'ân. Karena dalam ayat ini disebutkan tidak kurang enam belas kali, bahkan tujuh belas kali, kata yang menunjuk kepada Allah swt., Tuhan Yang Maha Esa.

Sifat-sifat Allah yang dikemukakan dalam ayat ini disusun sedemikian tupa sehingga menampik sctiap bisikan negatif yang dapat menghasilkan keraguan tentang pemeliharaan dan perlindungan Allah. Dalam ayat ini dilukiskan, betapa besar kekuasaan Allah swt.

Demikian ayat al-Kursiy menanamkan ke dalam hati pembacanya kebesaran dan kekuasaan Allah serta pertolongan dan perlindungan-Nya, sehingga sangat wajar dan logis penjelasan yang menyatakan, bahwa siapa yang membaca ayat dari Surah Al Baqarah ayat 255 ini maka ia memperoleh perlindungan Allah dan tidak akan diganggu oleh setan.

Baca Ayat Kursi

Bahwa jin jahat dan setan menjauh dari pembaca ayat al-Kursiy, juga dapat dijelaskan melalui ilustrasi berikut: Siapa yang terbiasa dengan kebaikan, pasti tidak senang mendengar kalimat-kalimat yang buruk, telinganya tidak akan dapat mendengarkannya. Karena dengan mendengarnya, hatinya gundah dan risau, pikirannya kacau dan tidak menentu. Sebaliknya, siapa yang rusak moralnya, yakni setan, manusia, atau jin, tidak akan senang dan tidak pula tenang mendengarkan kalimat-kalimat Ilahi, apalagi ayat-ayat al-Qur'ân. Jika demiklan, setan tidak akan mendekat, apalagi mengganggu mereka yang membaca ayat-ayat Ilahi seperti ayat al-Kursiy.

Bahkan dalam suatu hadits melalui Bukhâri, Muslim, serta penulis-penulis kitab hadits standar yang lain, diriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: "Apabila dikumandangkan ajakan untuk shalat (azan), setan berpaling (berlari kencang) sambil kentut agar ia tidak mendengar azan; dan bila telah selesai, ia datang Iagi berbisik ke hati manusia sambil berkata, ingat ini, ingat itu' (menyangkut hal-hal yang tidak dia ingat sebelumnya), sehingga ia tidak mengetahui sudah berapa rakaat ia shalat."

Di atas dikemukakan, bahwa dalam ayat al-Kursiy terdapat tujuh belas kali kata yang menunjuk kepada Allah, satu di antaranya tersirat.

Selanjutnya, terdapat lima puluh kata dalam susunan redaksinya. Pengulangan tujuh belas kata yang menunjuk nama Allah itu, bila dicamkan dan dihayati akan memberi kekuatan batin tersendiri bagi pembacanya.

Ibrâhim Ibn Umar al-Biqâ'i memberi penafsiran "supra rasional" menyangkut ayat al-Kursiy. Tulis ulama itu dalam tafsirnya, Nazhm ad-Durar, 'Lima puluh kata adalah lambang dari lima puluh kali shalat yang pernah diwajibkan Allah kepada Nabi Muhammad saw. ketika beliau berada di tempat yang maha tinggi dan saat dimi'rajkan. Lima puluh kali itu diringankan menjadi lima kali dengan tujuh belas rakaat sehari semalam. Di sisi lain, Perjalanan menuju Allah ditempuh oleh malaikat dalam lima puluh tahun menurut perhitungan manusia (QS 7. al-Ma'ârij: 4)."

Dari sinilah pakar tafsir itu mengaitkan bilangan ayat al-Kursiy dengan perlindungan Allah. "Kalau di hadirat Allah gangguan tidak mungkin akan menyentuh seseorang, dan setan tidak akan mampu mendekat, bahkan akan menjauh, maka menghadirkan Allah dalam benak dan jiwa melalui bacaan ayat Al Kursiy yang sifatnya seperti diuraikan diatas dapat menghindarkan manusia dari gangguan setan, serta memberinya perlindungan dari segala macam yang di takutinya."

Al Baqarah ayat 285 dan 286 arab Latin dan Terjemahan




Di dalam ajaran Islam, sangat di sarankan membaca ayat suci Al qur'an dengan bersuara karena sudah dijelaskan dalam QS 96. Al 'Alaq: 1. Pada ayat 1 disebutkan Iqra yang berarti bacalah, bukan bergumam, atau mengucap tampa suara apalagi membaca dalam hati ! Karena membaca Al Qur'an dengan bersuara akan memberikan pengaruh yang luar biasa pada sel-sel otak.

Bacalah dengan bersuara minimal di dengar oleh telinga sendiri karena setiap sel dalam tubuh manusia bergetar, potensi getaran sekecil apapun akan menimbulkan potensi menyembuhkan penyakit.

Pada tahun 2017 Dr Ahmed Al-Qadhi melakukan survey di salah satu klinik yang berlokasi di Florida, Amerika bahwa hanya dengan mendengarkan ayat suci al Qur'an bisa menyembuhkan dan menangkal penyakit. Hal ini dikuatkan lagi oleh Penemuan Muhammad Salim yang di publikasikan di Universitas Boston.

"Sel-sel yang rusak ini harus di getarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya" Hal ini di sebutkan Muhammad Salim dalam penelitiannya. Bacalah Al Qur'an dengan keyakinan dan tawakal agar bisa mengambil dan mendapatkan manfaatnya untuk kesehatan dan dalam kehidupan.




QS 2.Al-Baqarah : 285

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ


āmanar-rasūlu bimā unzila ilaihi mir rabbihi wal-mu'minūn, kullun āmana billāhi wa malā ikatihi wa kutubihi wa rusulih, lā nufarriqu baina ahadim mir rusulih, wa qālū sami'nā wa ața'nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-mașir

Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali."


QS 2.Al-Baqarah : 286

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ


lā yukallifullāhu nafsan illā wus'ahā, lahā mā kasabat wa 'alaihā maktasabat, rabbanā lā tu'ākhiżnā in nasinā au akhta nā, rabbanā wa lā taḥmil 'alainā işrang kamā ḥamaltahū 'alallazina ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mālā tāqata lanā bih, wa'fu 'annā, wagfir lanā, war-hamnā, anta maulānā fansurnā 'alal-qaumil-kāfirin

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."

Ayat Kursi Al Baqarah 285 dan 286 arab Latin dan Terjemahan




Ayat Kursi al Baqarah ayat 255, 285 dan 286

Di dalam ajaran Islam, sangat di sarankan membaca ayat suci Al qur'an dengan bersuara karena sudah dijelaskan dalam QS 96. Al 'Alaq: 1. Pada ayat 1 disebutkan Iqra yang berarti bacalah, bukan bergumam, atau mengucap tampa suara apalagi membaca dalam hati ! Karena membaca Al Qur'an dengan bersuara akan memberikan pengaruh yang luar biasa pada sel-sel otak.

Bacalah dengan bersuara minimal di dengar oleh telinga sendiri karena setiap sel dalam tubuh manusia bergetar, potensi getaran sekecil apapun akan menimbulkan potensi menyembuhkan penyakit.

Pada tahun 2017 Dr Ahmed Al-Qadhi melakukan survey di salah satu klinik yang berlokasi di Florida, Amerika bahwa hanya dengan mendengarkan ayat suci al Qur'an bisa menyembuhkan dan menangkal penyakit. Hal ini dikuatkan lagi oleh Penemuan Muhammad Salim yang di publikasikan di Universitas Boston.

"Sel-sel yang rusak ini harus di getarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya" Hal ini di sebutkan Muhammad Salim dalam penelitiannya. Bacalah Al Qur'an dengan keyakinan dan tawakal agar bisa mengambil dan mendapatkan manfaatnya.




QS 2. Al-Baqarah : 255

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ


allāhu lā ilāha illā huw al-ḥayyul-qayyūm, lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naūm, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-ard man żallażi yasyfa'u 'indahū illā bi iżnih, ya'lamu mā baina aidihim wa mā khalfahum, walā yuḥițūna bisyai im min 'ilmihi illā bimā syā', wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-ard, wa lā ya ūduhū hifzuhumā, wa huwal-'aliyyul-'azim

Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.


QS 2. Al-Baqarah : 285

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ


āmanar-rasūlu bimā unzila ilaihi mir rabbihi wal-mu'minūn, kullun āmana billāhi wa malā ikatihi wa kutubihi wa rusulih, lā nufarriqu baina ahadim mir rusulih, wa qālū sami'nā wa ața'nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-mașir

Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali."


QS 2. Al-Baqarah : 286

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

lā yukallifullāhu nafsan illā wus'ahā, lahā mā kasabat wa 'alaihā maktasabat, rabbanā lā tu'ākhiżnā in nasinā au akhta nā, rabbanā wa lā taḥmil 'alainā işrang kamā ḥamaltahū 'alallazina ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mālā tāqata lanā bih, wa'fu 'annā, wagfir lanā, war-hamnā, anta maulānā fansurnā 'alal-qaumil-kāfirin

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."

Al Baqarah ayat 255 - Ayat Kursi Arab, Latin dan Terjemahan




Di dalam ajaran Islam, sangat di sarankan membaca ayat suci Al qur'an dengan bersuara karena sudah dijelaskan dalam QS 96. Al 'Alaq: 1. Pada ayat 1 disebutkan Iqra yang berarti bacalah, bukan bergumam, atau mengucap tampa suara apalagi membaca dalam hati ! Karena membaca Al Qur'an dengan bersuara akan memberikan pengaruh yang luar biasa pada sel-sel otak.

Bacalah dengan bersuara minimal di dengar oleh telinga sendiri karena setiap sel dalam tubuh manusia bergetar, potensi getaran sekecil apapun akan menimbulkan potensi menyembuhkan penyakit.

Pada tahun 2017 Dr Ahmed Al-Qadhi melakukan survey di salah satu klinik yang berlokasi di Florida, Amerika bahwa hanya dengan mendengarkan ayat suci al Qur'an bisa menyembuhkan dan menangkal penyakit. Hal ini dikuatkan lagi oleh Penemuan Muhammad Salim yang di publikasikan di Universitas Boston.

"Sel-sel yang rusak ini harus di getarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya" Hal ini di sebutkan Muhammad Salim dalam penelitiannya. Bacalah Al Qur'an dengan keyakinan dan tawakal agar bisa mengambil dan mendapatkan manfaatnya untuk kesehatan dan dalam kehidupan.




QS 2. Al Baqarah Ayat 255 atau Ayat Kursi


اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm, lāta'khużuhū sinatuw wa lā naūm, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-ard, man żallażi yasyfa'u 'indahū illā bi iżnih, ya'lamu mā baina aidihim wa mā khalfahum, walā yuḥițūna bisyai im min 'ilmihi illā bimā syā', wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-ard, wa lā ya ūduhū hifzuhumā, wa huwal-'aliyyul-'azim

Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.

Keistimewaan Surah Al Fatihah




Surah al-Fåtihah adalah "Mahkota Tuntunan Ilahi". Dia adalah 'Ummul Qur'ån" atau "lnduk al-Qur'ån". Banyak nama yang disandangkan kepada awal surah al-Qur'ån itu. Tidak kurang dari dua puluh sekian nama. Dari nama-namanya dapat diketahui betapa besar dampak yang dapat diperoleh bagi para pembacanya. Tidak heran jika doa dianjurkan agar ditutup dengan Al-Hamdu lillähi Rabbil 'Älamin atau bahkan ditutup dengan surah ini

Baca Surah Al Fathihah

Dari sekian banyak nama yang disandangnya, hanya tiga atau empat nama yang diperkenalkan oleh Rasul saw. atau dikenal pada masa beliau, yaitu al-Fätihah, Ummul Kitäb atau Ummul Qur'ån dan as-Sab' al-Matsåni. Banyak hadits Nabi saw. yang menyebut nama al-Fåtihah, antara lain: "Tidak ada (tidak sah) shalat bagi yang tidak membaca Fåtihah al-Kitåb" (HR. Bukhåri, Muslim dan perawi lainnya).

Kata fath yang merupakan akar kata nama ini berarti menyingkirkan sesuatu yang terdapat pada satu tempat yang akan dimasuki. Tentu saja bukan makna harfiah itu yang dimaksud. Penamaannya dengan al-Fåtihah karena ia terletak pada awal al-Qur'ån, dan, karena biasanya yang pertama memasuki sesuatu adalah yang membukanya, maka katafåtihah di sini berarti awal al-Qur'ån. Surah ini awal dari segi penempatannya pada susunan al-Qur'ån, bukan seperti dugaan segelintir kecil ulama bahwa ia dinamai demikian karena surah ini adalah awal surah al-Qur'an yang turun.

Al Fatihah adalah pembuka surah yang sangat agung bagi segala macam kebaikan. Kedudukan Basmalah terhadap al-Fatihah serupa dengan kedudukan al-Fatihah terhadap Al Qur'an. Segala persoalan kembali kepada Allah semata. Ayat ini adalah isyarat tentang nikmat-nikmat abadi yang akan di anugerahkan Allah kelak ketika mengalami hidup baru di akhirat.

Di dalam ajaran Islam, sangat di sarankan membaca ayat suci Al qur'an dengan bersuara karena sudah dijelaskan dalam QS 96. Al 'Alaq: 1. Pada ayat 1 disebutkan Iqra yang berarti bacalah, bukan bergumam, atau mengucap tampa suara apalagi membaca dalam hati ! Karena membaca Al Qur'an dengan bersuara akan memberikan pengaruh yang luar biasa pada sel-sel otak.

Bacalah dengan bersuara minimal di dengar oleh telinga sendiri karena setiap sel dalam tubuh manusia bergetar, potensi getaran sekecil apapun akan menimbulkan potensi menyembuhkan penyakit.

Pada tahun 2017 Dr Ahmed Al-Qadhi melakukan survey di salah satu klinik yang berlokasi di Florida, Amerika bahwa hanya dengan mendengarkan ayat suci al Qur'an bisa menyembuhkan dan menangkal penyakit. Hal ini dikuatkan lagi oleh Penemuan Muhammad Salim yang di publikasikan di Universitas Boston.

"Sel-sel yang rusak ini harus di getarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya" Hal ini di sebutkan Muhammad Salim dalam penelitiannya. Bacalah Al Qur'an dengan keyakinan dan tawakal agar bisa mengambil dan mendapatkan manfaatnya.

Sumber: Tafsir Al-Mishbah

KeIstimewaan Surah Al Baqarah 285 dan 286




Keistimewaan Ke dua ayat terakhir Surah Al Baqarah ayat 285 dan ayat 286

Dua surah terakhir Al Baqarah ayat 285 dan ayat 286, Al-Biqa'i dan Sayyid Quthub dalam tafsirnya mengatakan bahwa ini adalah ayat penutup surah Al Baqarah dan berkaitan sangat erat dengan ayat awalnya, sekaligus merupakan kesimpulan dari uraian-uraian surah Al Baqarah.

Baca Surah Al-Baqarah ayat 285 - 286

Surah ini mengandung kewajiban-kewajiban terhadap umat Islam serta ketentuan-ketentuan syariat yang menyangkut berbagai aspek kehidupan. Terdapat juga uraian yang cukup banyak tentang pembangkangan Bani Isra'il terhadap tugas-tugas yang di bebankan kepada mereka. Di akhir surah ini dijelaskang batas pemisah antara pelaksanaan kewajiban dan pembangkangan terhadap kewajiban, dan membuktikan bahwa Allah tidak membebani umat atau memberatkannya, tidak juga pilih kasih sebagaimana diakui oleh Bani Isra'il.

Surah ini juga mengandung kisah-kisah tentang Bani Isra'il dan nikmat-nikmat yang dianugerahkan Allah kepada mereka, serta pengingkaran dan kekufuran mereka terhadap nikmat-nikmat itu disertai urain tentang sanksi-sanksi dan beban tugas akibat pelanggaran yang mencapai tingkat yang sungguh berat, yakni membunuh diri sendiri sebagai tanda taubat kepada-Nya. Di ayat ini di temukan doa yang sangat istimewa dan mengesankan.

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."

Rasul SAW bersabda:
"Siapa yang membaca dua ayat terakhir di malam hari maka kedua ayat itu akan mencukupi/melindunginya." (HR. al-Bukhari Muslim dan pengarang kitab-kitab standar lainnya melalui Abu Mas'ud).

Dalam riwayat at-Tarmidzi:
"Siapa yang membacanya di rumah selama 3(tiga) malam, maka setan tidak akan mendekatinya."


Setiap tugas yang di bebankan kepada seseorang tidak keluar dari 3(tiga) kemungkinan:
  1. Pertama, mampu dan mudah di laksanakan;
  2. Kedua, sebaliknya.. tidak mampu dia laksanakan;
  3. Ketiga, dia mampu melaksanakannya tapi dengan susah payah dan terasa sangat berat.


Di dalam ajaran Islam, sangat di sarankan membaca ayat suci Al qur'an dengan bersuara karena sudah dijelaskan dalam QS 96. Al 'Alaq: 1. Pada ayat 1 disebutkan Iqra yang berarti bacalah, bukan bergumam, atau mengucap tampa suara apalagi membaca dalam hati ! Karena membaca Al Qur'an dengan bersuara akan memberikan pengaruh yang luar biasa pada sel-sel otak.

Bacalah dengan bersuara minimal di dengar oleh telinga sendiri karena setiap sel dalam tubuh manusia bergetar, potensi getaran sekecil apapun akan menimbulkan potensi menyembuhkan penyakit.

Pada tahun 2017 Dr Ahmed Al-Qadhi melakukan survey di salah satu klinik yang berlokasi di Florida, Amerika bahwa hanya dengan mendengarkan ayat suci al Qur'an bisa menyembuhkan dan menangkal penyakit. Hal ini dikuatkan lagi oleh Penemuan Muhammad Salim yang di publikasikan di Universitas Boston.

"Sel-sel yang rusak ini harus di getarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya" Hal ini di sebutkan Muhammad Salim dalam penelitiannya. Bacalah Al Qur'an dengan keyakinan dan tawakal agar bisa mengambil dan mendapatkan manfaatnya.

Al Baqarah Ayat 286 Arab, Latin dan Terjemahan




Di dalam ajaran Islam, sangat di sarankan membaca ayat suci Al qur'an dengan bersuara karena sudah dijelaskan dalam QS 96. Al 'Alaq: 1. Pada ayat 1 disebutkan Iqra yang berarti bacalah, bukan bergumam, atau mengucap tampa suara apalagi membaca dalam hati ! Karena membaca Al Qur'an dengan bersuara akan memberikan pengaruh yang luar biasa pada sel-sel otak.

Bacalah dengan bersuara minimal di dengar oleh telinga sendiri karena setiap sel dalam tubuh manusia bergetar, potensi getaran sekecil apapun akan menimbulkan potensi menyembuhkan penyakit.

Pada tahun 2017 Dr Ahmed Al-Qadhi melakukan survey di salah satu klinik yang berlokasi di Florida, Amerika bahwa hanya dengan mendengarkan ayat suci al Qur'an bisa menyembuhkan dan menangkal penyakit. Hal ini dikuatkan lagi oleh Penemuan Muhammad Salim yang di publikasikan di Universitas Boston.

"Sel-sel yang rusak ini harus di getarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya" Hal ini di sebutkan Muhammad Salim dalam penelitiannya. Bacalah Al Qur'an dengan keyakinan dan tawakal agar bisa mengambil dan mendapatkan manfaatnya.


Al Quran Surah 2. Al-Baqarah : 286

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

lā yukallifullāhu nafsan illā wus'ahā, lahā mā kasabat wa 'alaihā maktasabat, rabbanā lā tu'ākhiżnā in nasinā au akhta nā, rabbanā wa lā taḥmil 'alainā işrang kamā ḥamaltahū 'alallazina ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mālā tāqata lanā bih, wa'fu 'annā, wagfir lanā, war-hamnā, anta maulānā fansurnā 'alal-qaumil-kāfirin

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."